semua Kategori

Hubungi kami

Apa Perbedaan Antara Pengelasan MIG dan Pengelasan MAG?

2024-11-19 08:59:59
Apa Perbedaan Antara Pengelasan MIG dan Pengelasan MAG?

Seperti yang tersirat dalam judul, semua teknik di atas digunakan untuk pengelasan. Keuntungan nyata dari teknik-teknik ini adalah kemampuan adaptasinya terhadap berbagai industri. Material seperti logam dan termoplastik dapat dilas dalam berbagai industri seperti otomotif, konstruksi, dan manufaktur. Dari berbagai teknik pengelasan yang tersedia saat ini, popularitas pengelasan Metal Inert Gas (MIG) dan Metal Active Gas (MAG) tidak dapat disangkal. Meskipun demikian, meskipun kedua teknik tersebut secara umum dianggap hampir identik sifatnya, kegunaannya berbeda, begitu pula proses dan hasilnya. Tujuan utama artikel ini adalah untuk mengkaji perbedaan antara kedua aspek ini dengan menganalisis teknik pengelasan MIG dan MAG secara lebih tepat guna membantu pembaca memahami topik ini secara lebih menyeluruh.

Memahami pengelasan MIG

 Perlu dicatat bahwa pengelasan Metal Inert Gas (MIG), juga dikenal sebagai GMAW, atau Gas Metal Arc Welding, adalah bagian khusus dari proses pengelasan GMAW. Proses ini melibatkan penggunaan gas inert, seperti gas argon dan helium, selama pengelasan. Mengapa? Tujuannya adalah untuk membatasi aliran udara ke area las yang mencegah kontaminasi dari bahan kimia, sehingga kekuatan las tetap utuh. Gas inert seperti argon atau helium digunakan untuk mencegah oksidasi atau reaksi kimia lainnya di dalam kolam las, memastikan bahwa las yang dihasilkan bersih dan bebas dari kotoran. Jika saya harus menebak, Migrating Anodic active welders kemungkinan akan digunakan untuk mengelas Aluminium, Tembaga, dan Baja Tahan Karat yang umumnya merupakan logam Non Ferrous.

Fitur Utama pengelasan MIG meliputi:

Gas Pelindung: Menggunakan gas inert seperti argon, helium atau kombinasi keduanya.

Aplikasi: Cocok untuk pengelasan bahan non-ferrous.

Keunggulan: Menghasilkan hasil las yang sangat bersih dan berkualitas tinggi, sekaligus meminimalkan percikan dan oksidasi pada hasil las.

Kegunaan Umum: Aplikasi umum dapat ditemukan pada penyambungan bagian bodi mobil, pesawat terbang, dan bahkan konstruksi logam artistik.

Mengenal Lebih Dekat tentang MAG Welding

Pengelasan Metal Active Gas (MAG) merupakan salah satu jenis Pengelasan Busur Logam Gas (GMAW) yang menggunakan gas aktif atau campuran gas aktif (misalnya, CO2, dan campuran argon dengan CO2) sebagai gas pelindung. Misalnya, membungkus kolam las cair dengan gas las dapat berinteraksi dengan logam yang berdampak pada logam dan sifat penetrasi las. Pengelasan MAG terutama digunakan untuk logam besi yang dilas seperti baja karbon dan baja paduan rendah.

Manfaat Utama Pengelasan MAG:

Gas Pelindung: Gas aktif yang digunakan termasuk CO2, dan campuran CO2/argon.

Aplikasi: Dirancang terutama untuk pengelasan logam besi.

Keunggulan: Menghasilkan lasan yang lebih tembus dan lasan yang lebih kuat.

Penggunaan Umum: Struktur baja sedang, jaringan pipa, pekerjaan konstruksi, dan pengelasan mesin berat di dalam pabrik.

Perbandingan Proses Pengelasan MIG dan MAG

Walau kedua proses tersebut termasuk dalam GMAW dan memiliki ciri-ciri yang sama, keduanya juga memiliki beberapa parameter perbedaan dasar yang menjadikan kedua proses ini berbeda untuk fokus aplikasi individual.

Pasokan Gas Pelindung: Perbedaan pertama, dan yang paling jelas, adalah mengenai komposisi gas pelindung. Dalam pengelasan MIG, gas inert digunakan. Gas ini tidak reaktif dan mencegah kontaminasi lebih lanjut pada las. Sebaliknya, gas aktif yang digunakan dalam pengelasan MAG, akan bereaksi dengan kumpulan las, sehingga mengubah karakteristiknya.

Material: Mengenai bias pada material, produksi MIG cukup membantu dalam menghasilkan las berkualitas murni dan bersih pada logam non-ferrous. Sebaliknya, logam ferrous kompatibel dengan pengelasan MAG yang juga memiliki penetrasi las yang kuat dan lebih dalam pada logam ferrous.

Kekuatan Geser: Sambungan las yang dibuat menggunakan las MIG lebih rapi, memiliki percikan lelehan yang lebih sedikit, dan karenanya menarik dipandang. Di sisi lain, sambungan las yang dibuat menggunakan las MAG mungkin mencakup lebih banyak material cair yang berceceran dan tampak kurang menarik secara visual karena interaksi yang tinggi dengan gas aktif.

Kedalaman Penetrasi: Sementara pengelasan MIG lebih memperhatikan penampilan dan kebersihan pengelasan logam dasar, pengelasan MAG berfokus pada pekerjaan berat yang memerlukan penetrasi menyeluruh.

Biaya dan Aksesibilitas: Gas las MIG sebagian besar berupa argon dan helium, yang lebih mahal dibandingkan dengan las MAG Karbon Dioksida. Perbedaan biaya ini dapat menjadi faktor dalam efektivitas biaya secara keseluruhan dan aksesibilitas kedua metode tersebut.

Kesimpulan

Di bidang pengelasan, memiliki pengetahuan dasar tentang perbedaan berbagai metode ini sangatlah penting karena berhubungan dengan hasil dari setiap proyek. Karena pengelasan MIG menggunakan gas inert, metode ini paling cocok untuk logam non-ferrous dan aplikasi yang memerlukan pengelasan berkualitas tinggi dan bersih. Di sisi lain, pengelasan MAG, yang menggunakan gas aktif, memiliki penetrasi yang lebih besar sehingga lebih cocok untuk logam ferrous dan aplikasi tugas berat. Dengan memahami perbedaan pengelasan MIG dan MAG oleh Taizhou Levin Welding Equipment Co,.Ltd., para profesional seharusnya dapat membuat pilihan yang tepat, memastikan proses pengelasan yang paling sesuai dan tepat waktu disesuaikan dengan kebutuhan mereka.